Puluhan sekolah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat mendapat kucuran bantuan dari pemerintah pusat. Kali ini, berupa bantuan revitalisasi gedung yang disalurkan melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikasmen).
Kabid Bina Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Arief Budiman Rendra Kusumah membernarkan terkait hal itu. Pihaknya menjelaskan, di 2025 ini ada sebanyak 25 sekolah yang mendapat bantuan revitalisasi tersebut.
“Tahun ini ada bantuan dari pemerintah pusat untuk sektor pendidikan,” ujar Arief kepada Liputan6.com, Kamis (14/8/2025).
Namun, kata dia, secara teknis untuk program revitalisasi ini disalurkan langsung ke sekolah-sekolah yang terpilih. Adapun bantuan keuangan langsung itu untuk keperluan rehab sekolah. Seperti rehab ruang kelas, ruang laboratorium, ruang perpustakaan, ruang UKS dan juga toilet sekolah.
“Jumlah sekolah yang menerima bantuan dari pusat ini, mencapai 25 satuan pendidikan. Rinciannya, jenjang sekolah dasar (SD) sebanyak 10 satuan, SMP sebanyak 13 satuan, Paud dan TK sebanyak 2 satuan,” jelas dia.
Kendati bantuan ini diberikan langsung oleh pemerintah pusat ke masing-masing sekolah, untuk mekanisme pelaksanaannya adalah dengan sistem swakelola. Di mana sekolah membentuk P2SP yaitu panitia pembangunan sekolah.
Setelah itu, mekanisme pembangunan pada bantuan program revitalisasi sekolah ini dengan cara swakelola. Hal itu, tentunya sesuai petunjuk pelaksanaan yang telah ditetapkan di mana bantuan keuangannya langsung cash transfer ke sekolah penerima bantuan.
“Sekolah harus membentuk P2SP dan menunjuk tim teknis perencana dan pengawas, untuk kelancaran revitalisasi ini,” ujarnya.
Menurutnya, dengan adanya bantuan revitalisasi ini diharapkan terciptanya sekolah-sekolah yang representatif, nyaman dan aman. Serta bisa memberikan pengajaran bagi guru-guru guna mempersiapkan generasi emas Indonesia di masa yang akan datang.
Saat ini, berdasarkan pengamatan timnya, program ini baru berjalan dan memasuki tahap pengerjaan pembongkaran. Kemudian, akan dilanjutkan dengan pengerjaan fisik. Diharapkan, dalam beberapa bulan kedepan revitalisasinya sudah selesai.
“Jadi, 25 sekolah ini menerima bantuan dengan nilai bervariasi tergantung dari kebutuhan masing-masing. Kami berharap dengan adanya program ini, bisa lebih mendukung optimalisasi kegiatan belajar dan mengajar (KBM) di sekolah,” pungkasnya.

