Wakil Ketua Komisi VI DPR, Eko Hendro Purnomo alias Eko Patrio dihujat netizen karena joget bersama anggota dewan lainnya di Sidang Tahunan MPR RI beberapa waktu lalu.
Dia semakin dihujat saat membalas kritikan publik dengan membuat video parodi sound horeg. Setelah ramai dihujat, Eko Patrio meminta maaf.
Permintaan maaf itu disampaikan dalam acara HUT ke-27 PAN di Jakarta, pada Minggu (24/8/2025) malam. Dia mengatakan, tidak ada maksud membalas kritikan publik lewat video parodi sound horeg.
“Seandainya ada yang bagaimana-bagaimana, ya saya sebagai pribadi minta maaf lah,” ujar Eko.
Eko mengaku kini takut untuk berjoget. Dia khawatir aksinya akan kembali memantik hujatan.
“Tadi lihat joget, takut joget lagi saya nanti. Kalau saya joget viral malah,” kata Eko.
Eko Patrio adalah anggota DPR RI sejak 2009. Di Partai Amanat Nasional (PAN), dia menjabat sebagai Sekretaris Jenderal.
Sebelum terjun ke dunia politik, Eko Patrio merupakan seorang pelawak dan presenter. Dia memulai kariernya di dunia hiburan sebagai bagian dari grup lawak “Patrio” bersama Parto dan Akri.
Namanya semakin dikenal melalui berbagai acara televisi sebagai komedian dan presenter. Pada 2009, Eko memutuskan terjun ke dunia politik dan berhasil terpilih sebagai anggota DPR RI dari PAN. Sejak saat itu, dia telah menjabat selama empat periode berturut-turut.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang disampaikan pada 2 September 2024 untuk periode 2023, Eko Patrio memiliki total harta kekayaan sebesar Rp 131,52 miliar.
Harta kekayaan Eko Patrio terdiri dari tanah dan bangunan Rp 166,03 miliar, alat transportasi dan mesin Rp 5,59 miliar, harta bergerak lainnya Rp 1,21 miliar, kas dan setara kas Rp 8,44 miliar, dan harta lainnya Rp 1,71 miliar.
Jika ditotal, harta Eko Patrio sebesar Rp 182 miliar. Namun, dia tercatat memiliki utang Rp 51,46 miliar. Sehingga total harta bersih Eko Patrio berada di angka Rp 131,52 miliar.
Rincian Tanah dan Bangunan:
- Tanah dan Bangunan Seluas 810 m2/200 m2 di Jakarta Timur, hasil sendiri Rp 32.867.850.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 261 m2/170 m2 di Jakarta Timur, hasil sendiri Rp 2.250.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 261 m2/170 m2 di Jakarta Timur, hasil sendiri Rp 2.319.755.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 1400 m2/1207 m2 di Jakarta Timur, hasil sendiri Rp 14.812.375.000
- Tanah Seluas 2280 m2 di Jakarta Timur, hasil sendiri Rp 15.973.815.000
- Tanah Seluas 450 m2 di Jakarta Timur, hasil sendiri Rp 725.000.000
- Bangunan Seluas 82 m2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 4.500.000.000
- Tanah Seluas 753 m2 di Nganjuk, hasil sendiri Rp 96.384.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 1367 m2/500 m2 di Nganjuk, hasil sendiri Rp 139.977.000
- Tanah Seluas 281 m2 di Nganjuk, hasil sendiri Rp. 57.512.000
- Tanah Seluas 5900 m2 di Karangasem, hasil sendiri Rp 8.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 694 m2/500 m2 di Jakarta Selatan, hasil sendiri Rp 70.000.000.000
- Tanah Seluas 11470 m2 di Bogor, hasil sendiri Rp 14.291.968.000
Alat transportasi dan mesin yang mengisi garasi Eko Patrio:
- Mobil, Toyota Alphard Minibus Tahun 2003, hasil sendiri Rp 200.000.000
- Mobil, Toyota Alphard Minibus Tahun 2017, hasil sendiri Rp 500.000.000
- Mobil, Subaru BRZ-2.0 A/T Tahun 2023, hasil sendiri Rp 924.214.000
- Mobil, Jeep Rubicon Tahun 2023, hasil sendiri Rp 2.015.000.000
- Mobil, Mini Cooper Mini Cooper Tahun 2022, hasil sendiri Rp 1.050.000.000
- Mobil, Lexus X Sport Tahun 2020, hasil sendiri Rp 905.000.000.

