Air kelapa dikenal sebagai minuman alami yang menyegarkan, terutama saat dinikmati saat cuaca panas seperti akhir-akhir ini. Rasanya yang manis alami dan kaya elektrolit menjadikannya favorit banyak orang.
Namun, di balik kesegarannya, muncul pertanyaan: apakah aman jika air kelapa dikonsumsi setiap hari?
Dosen Departemen Gizi Masyarakat IPB University, Dr dr Karina Rahmadia Ekawidyani mengatakan sebaiknya minum air kelapa dibatasi maksimal satu gelas per hari tanpa tambahan gula atau pemanis buatan. Kenapa?
Dalam satu gelas atau sekitar 250 ml air kelapa terdapat sekitar 10 gram gula. Jika dikonsumsi secara berlebihan maka bisa meningkatkan risiko obesitas dan diabetes mellitus.
Lalu, mengonsumsi air kelapa berlebihan juga memiliki risiko. Kandungan kalium yang tinggi berpotensi menyebabkan hiperkalemia, terutama pada individu dengan gangguan fungsi ginjal, dan dapat mengganggu irama jantung.
Mengenai waktu terbaik minum air kelapa, Karina mengungkapkan bisa kapan saja.
“Namun jika bertujuan untuk mengganti cairan tubuh pasca-aktivitas, waktu terbaik adalah setelah berolahraga,” ucapnya seperti mengutip laman IPB University, Senin, 21 Juli 2025.
Karina mengungkapkan air kelapa memiliki beberapa manfaat kesehatan, termasuk membantu detoksifikasi tubuh, menurunkan tekanan darah, serta meningkatkan hidrasi.
- Meningkatkan Hidrasi Tubuh
Dengan kandungan air mencapai 95,5 persen, air kelapa disebut sangat baik untuk menjaga hidrasi tubuh.
“Air kelapa bisa menjadi pilihan untuk mengganti cairan tubuh yang hilang akibat dehidrasi, terutama pada kondisi seperti diare dan muntah” tambah Dr Karina.
- BAB Lebih Lancar
Karina menyebut bahwa air kelapa bersifat diuretik alami, yang berarti dapat meningkatkan produksi urine dan membantu mencegah pembentukan batu ginjal.
“Kandungan air dan elektrolitnya juga memberikan efek pencahar (obat pencuci perut) alami yang membantu memperlancar buang air besar,” ujarnya.
- Meningkatkan Sistem Imun
Vitamin C dalam air kelapa, lanjutnya, berperan sebagai antioksidan alami untuk melawan radikal bebas dan memperkuat sistem imun.
Ada yang menyebut minum air kelapa dapat menurunkan tekanan darah. Terkait itu, Karina membenarkan bahwa kandungan kalium di dalamnya cukup tinggi. Kalium membantu menyeimbangkan efek natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah. Selain itu, kalium juga berperan dalam merelaksasi pembuluh darah, dan mengatur detak serta pompa jantung.
Meski terdapat studi yang menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik sebesar 3,24 persen pada orang dewasa dan lansia setelah konsumsi air kelapa selama lima hari, efeknya secara klinis belum signifikan.
Bagi yang ingin menurunkan tekanan darah tinggi jadi tidak hanya dengan minum air kelapa saja juga menjalankan gaya hidup sehat.
“Untuk tujuan menurunkan tekanan darah, konsumsi air kelapa tetap harus disertai dengan gaya hidup sehat seperti menerapkan pola makan bergizi seimbang sesuai Dietary Approaches to Stop Hypertension (DASH) diet dan rutin berolahraga,” paparnya.
Pastikan pasien hipertensi berkonsultasi dengan dokter agar tekanan darah terkontrol.

